🩺 Sinergi Laktasi & Terapi Komplementer: Kunci Praktisi Kesehatan Masa Depan dalam Memutus Rantai Stunting

Stunting masih menjadi tantangan besar dalam dunia kesehatan. Sebagai calon tenaga kesehatan, penting untuk memahami bagaimana dukungan laktasi dan terapi komplementer berbasis bukti dapat berperan dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Mari ikuti Kuliah Umum bersama:

👩🏻‍⚕️ Ns. Tuti Asrianti Utami, S.Kep., S.E., M.Kep
• Dosen STIK Sint Carolus
• Fasilitator Sentra Laktasi Indonesia

📅 Rabu, 29 Juli 2026
10.00 – 12.00 WIB
💻 Online melalui Zoom Meeting

🆔 Meeting ID: 858 2655 0318
🔐 Passcode: 658796

✨ Jangan lewatkan kesempatan untuk menambah wawasan, memperluas perspektif, dan memperkuat kompetensi sebagai praktisi kesehatan yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Read More

STIKES Andalusia menyelenggarakan rapat evaluasi pembelajaran Semester Ganjil TA.2025/2026

Dalam upaya mewujudkan budaya mutu yang berkelanjutan di bidang akademik, STIKES Andalusia menyelenggarakan Rapat Evaluasi Pembelajaran Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari siklus penjaminan mutu internal yang bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan proses pembelajaran, mengidentifikasi berbagai capaian dan tantangan, serta merumuskan strategi peningkatan kualitas pendidikan pada semester berikutnya.

Rapat evaluasi dihadiri oleh jajaran pimpinan institusi, Ketua Program Studi, dosen, serta unit terkait yang berperan dalam penyelenggaraan akademik. Dalam forum ini dibahas berbagai aspek pembelajaran, mulai dari pelaksanaan perkuliahan, efektivitas metode pengajaran, ketercapaian Rencana Pembelajaran Semester (RPS), hasil evaluasi pembelajaran mahasiswa, hingga kendala yang dihadapi selama proses akademik berlangsung.

Melalui evaluasi yang komprehensif, STIKES Andalusia berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan mahasiswa dan perkembangan dunia kesehatan. Hasil evaluasi ini diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan langkah-langkah perbaikan, pengembangan inovasi pembelajaran, serta peningkatan kompetensi dosen agar proses pendidikan semakin efektif, adaptif, dan relevan dengan tuntutan zaman.

Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarunit dalam menciptakan lingkungan akademik yang kondusif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan. Setiap masukan dan rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan akademik demi tercapainya tujuan pendidikan yang berkualitas.

Semoga melalui sinergi dan komitmen bersama dalam pelaksanaan evaluasi ini, STIKES Andalusia mampu terus menghadirkan proses pembelajaran yang unggul, menghasilkan lulusan yang kompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Read More

Program Pembimbing Praktik Mahasiswa Kesehatan (Preceptorship)

📚 Program Pembimbing Praktik Mahasiswa Kesehatan (Preceptorship) adalah kegiatan yang dirancang untuk membantu mahasiswa kesehatan mengasah keterampilan klinis mereka melalui bimbingan langsung dari praktisi profesional berpengalaman. Selama tiga hari, peserta akan memperoleh wawasan praktis, membangun kepercayaan diri, serta mengintegrasikan teori dengan praktik di dunia kesehatan. Program ini sangat cocok bagi Anda yang ingin mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja dengan lebih percaya diri dan kompeten.

📅 Tanggal: Kamis – Sabtu, 16-18 Januari 2025
📍 Daring (Zoom Meeting)
💰 Investasi: Rp 1.500.000,-
📞 Kontak Person: 0852-1504-5594
🛡️ 2 SKP Kemenkes RI

Materi yang akan dibahas:

  • Building Learning Commitment (BLC)
  • Anti korupsi dalam budaya humanis
  • Berpikir kritis dalam proses bimbingan
  • Caring dalam proses bimbingan
  • Etika dan aspek legal pembimbing klinik di fasilitas pelayanan kesehatan
  • Konsep dasar bimbingan klinik di fasilitas pelayanan kesehatan
  • Metode pembelajaran klinik
  • Metode evaluasi

Narasumber:

  • Dr. Jesika Pasaribu, M.Kep., Sp.Kep.J
  • Ns. Justina Purwarini A, M.Kep., Sp.Mat., DNSc
  • Ns. Rohani, S.Kep., M.Kep.
  • Renata Komalasari, S.Kp., MANP, Ph.D.
  • Andry Zulman Manongko, SH., M.M., C.L.A.

Moderator:

  • Rangga Pusmaika, SST., M.Kes., M.KM

Kriteria Peserta:

  • Pendidikan minimal D3 di bidang kesehatan
  • Memiliki akun pada platform Sehat/LMS
  • Mampu mengikuti pembelajaran 100%
Read More

Peran Perawat dalam Mendukung Kesehatan Masyarakat

Peran Perawat dalam Mendukung Kesehatan Masyarakat

Perawat adalah tulang punggung sistem kesehatan di seluruh dunia. Peran mereka tidak hanya terbatas pada rumah sakit, tetapi juga meluas ke komunitas untuk mendukung kesehatan masyarakat secara holistik. Dalam konteks kesehatan masyarakat, perawat berperan sebagai pendidik, fasilitator, dan pelaksana layanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Tugas Utama Perawat dalam Kesehatan Masyarakat

  1. Edukasi Kesehatan Perawat memberikan edukasi kepada individu dan komunitas tentang pentingnya gaya hidup sehat, pencegahan penyakit, dan pengelolaan kondisi kronis. Edukasi ini dapat dilakukan melalui seminar, kunjungan rumah, atau program kesehatan di sekolah dan tempat kerja.
  2. Promosi Kesehatan Perawat bekerja untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan melalui kampanye, penyuluhan, dan kolaborasi dengan organisasi lokal. Mereka mendorong masyarakat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin dan mengikuti program imunisasi.
  3. Pencegahan Penyakit Peran penting lain dari perawat adalah mengidentifikasi faktor risiko di komunitas dan mengembangkan strategi untuk mencegah penyebaran penyakit menular, seperti COVID-19, malaria, atau tuberkulosis.
  4. Pendukung Kesehatan Mental Selain kesehatan fisik, perawat juga mendukung kesehatan mental masyarakat dengan memberikan konseling, deteksi dini gangguan mental, dan rujukan ke layanan kesehatan spesialis jika diperlukan.
  5. Pemberdayaan Masyarakat Perawat membantu komunitas memahami hak-hak kesehatan mereka dan cara mengakses layanan kesehatan. Mereka juga mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga kesehatan lingkungan sekitar.

Keahlian yang Diperlukan

Untuk menjalankan peran ini, perawat harus memiliki keahlian dalam:

  • Komunikasi Efektif: Agar dapat menyampaikan informasi kesehatan dengan jelas dan menarik.
  • Keterampilan Manajemen: Untuk merancang dan melaksanakan program kesehatan komunitas.
  • Kemampuan Analisis: Dalam menilai kebutuhan kesehatan masyarakat dan mengevaluasi dampak intervensi yang dilakukan.
  • Empati dan Kepedulian: Untuk membangun hubungan yang baik dengan individu dan komunitas.

Tantangan dalam Peran Perawat di Kesehatan Masyarakat

Perawat sering menghadapi berbagai tantangan, seperti:

  • Keterbatasan Sumber Daya: Kurangnya fasilitas atau dana untuk mendukung program kesehatan masyarakat.
  • Beban Kerja yang Tinggi: Jumlah perawat yang tidak sebanding dengan kebutuhan komunitas.
  • Budaya dan Stigma: Hambatan budaya atau stigma yang menghalangi masyarakat untuk menerima layanan kesehatan.

Kontribusi terhadap Kesehatan Global

Dalam skala global, perawat berperan dalam mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek kesehatan dan kesejahteraan. Mereka adalah garda terdepan dalam merespons krisis kesehatan, seperti pandemi, bencana alam, dan konflik.

Read More